Sabtu, 20 Juni 2009

Teman. . .

Teman. .
Adakah warna kehidupan yg kelak menjadi kenangan akan kisah kita?

Teman. .
Adakah sebentuk kerinduan yg kelak kita rasakan akan arti sebuah persahabatan?

Teman. .
Adakah secercah kebahagiaan yg kelak kita temukan setelah melawati gerbang perpisahan?

Teman. .
Adakah sebuah keindahan yg kelak menjadi perbekalan untuk mengarungi hidup kita di masa depan?

Teman. .
Adakah terlintas penyesalan akan kebersamaan kita?

Teman. .
Adakah rintangan yg kan menghalangi jika aku ingin bersama kalian lagi, nanti?

Jumat, 29 Mei 2009

Mencintai...

Mencintai..

Mengapa terasa begitu indah?
Saat satu kata rindu berjaya menghapus lelah
Dan senyum tulus menembus hati yg tak bercelah

Mencintai..

Mengapa mampu merangkai mimpi?
Saat mimpi tanpa disadari menjadi duri
Ketika ia terbang terlalu tinggi
Hingga tak lagi bisa kembali

Mencintai..

Mengapa sanggup memberi warna?
Saat diri tak lagi punya makna
Dan hidup telah kehilangan ronanya

Mencintai..

Mengapa tega menorehkan luka?
Saat harapan dan impian membara dalam cita
Meninggalkan perih yg membekas terlalu lama

Mencintai..

Mengapa begitu menyakitkan hati?
Saat melihat cinta itu pergi
Dan tak pernah menoleh ke belakang lagi

Mencintai..

Mengapa aku harus mencintaimu?
Kapankah aku mampu berhenti mencintaimu?

Kamis, 04 Desember 2008

Namamu Dihatiku

Terambang dalam bimbang
Aku mengenang
Dalam tiap pahatan hati
Dalam tiap ukiran rindu
Aku termangu
Selalu ada namamu

Menjelma bagai Rama
Menjunjungku atas singgasana kaca
Menyangkar rasaku
Tuk jadi hanya milikmu

Saat hatiku kosong
Segala tingkah hanya keraguan
Saat keraguan bertitah menyongsong
Segala ucapmu mendamaikan

Dirimu, pelipur lara
Penghapus air mata
Penyejuk asa
Dikala gundah gulana mendera,
Biarkanlah hanya aku
Menempati ruang kosong di hatimu
Menemani dalam tiap resahmu

Sabtu, 29 November 2008

Tentang Dia

Malam bagai kelabu
Saat dia tak bersmaku
Langit ku rasa sendu
Saat dia tak menemaniku
Suara terdengar bisu
Saat dia tak bicara padaku

Bersamanya
Waktu berjalan, cepat
Tanpanya
Hati terbeban, berat

Bolehkah aku belajar
Menerima hadirnya disisiku
Sebisa yang ku mampu

Jumat, 14 November 2008

Aku Terbiasa Dia Ada

Menjemu di keheningan
Aku terjaga dalam tidur
Tebersit kerinduan
Aku luluh, lebur

Ku tahan pandangan
Bayangnya tak jua mengabur
Tersudut di pojokan dipan-dipan
Aku terduduk, terpekur

Kubuka dimensi angan
Yang tak mampu terukur
Sedang panah kasih membelah awan
Namun tak urung jua embun bertabur

Tersemai cintanya perlahan
Dalam hatiku yang berlumpur
Tumbuh menyanjung perasaan
Tinggi tak beralur

Beriring memuja bahagia
Ketika ia memberi kata
Saat aku tak lagi punya makna
Tanpanya, hanya hampa
Terbiasaku karna dia ada

Selasa, 11 November 2008

Benarkah...

Di sudut terang
Senyum terkembang
Membayang kisah yg telah terkenang
Asaku ringan, riang
Terpahat canda
Pada hati yg tak berpunya
Mencintainya,
Benarkah itu yang kurasa?

Sabtu, 08 November 2008

Lirik Kata Tanpa Nada

Detikan rintik menggetar lara
Menggelitik diri tuk mengucap suara
Apa yang kupunya tuk mengecap luka
Yang tersayat dalam hati yang tak terbuka
Berkataku pada hembusan dingin
Menangisku pada jeritan batin
Menusuk tulang yang menyentak sanubari
Sampai di sini,
Ku toreh denyut nadi dalam sukma
Terpesona dalam buai mimpi yang tak berujung jua
Membimbang asa
Mendengar suara2 berbeda dalam lirik kata tanpa nada
Mendegup jantung ini
Bertanya,
Bertanyaku pada senandung bulan yang tak mampu bernyanyi
Di sini,
Masihkahku punya arti

Template by : kendhin x-template.blogspot.com